Masjid Tua AL-HILAL, Katangka Gowa




Salah satu masjid tertua yang ada di Sulawesi Selatan adalah Masjid Tua Al-Hilal, Katangka. Masjid tua ini menjadi salah satu tujuan wisata religi di Makassar dan Gowa. Berlokasi di Jl. Syech Yusuf, kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Masjid ini dibangun pada tahun 1603 Masehi pada masa pemerintahan Raja Gowa XIV Sultan Alauddin atau dikenal juga dengan nama I Mangngarangi Daeng Manrabia. Pada masa itu, Islam telah ditetapkan sebagai agama resmi kerajaan Gowa.




Hampir setiap hari saya melewati masjid ini. Seringkali ada bus pariwisata yang membawa rombongan wisatawan yang singgah ke masjid ini. Kampung Katangka di Gowa termasuk kawasan dimana banyak obyek wisata religi dan dan wisata kelam. Ada Masjid Tua Al-Hilal, ada makam Syech Yusuf, ulama besar dan pahlawan nasional, ada juga makam Sultan Hasanuddin dan makam raja Gowa lainnya.

Bentuk bangunan utama masjid ini masih asli. Hanya beberapa bagian yang sudah di renovasi atau direhabilitasi. Pintu gerbang utama bercat putih dan ada tambahan lantai dibagian belakang masjid yang tidak berdinding. Mungkin digunakan oleh anak anak mengaji, atau tempat jamaah buka puasa dan bisa juga tambahan tempat jamaah shalat jika ruang utama tidak muat.

Sebelum masuk keruang utama, ada ruang lain semacam teras di belakang. Pada dinding belakang ada plakat tahun pembangunan dan peresmian rehabilitasi gedung.  

Ada plakat peresmian rehabilatasi masjid tahun 1981 yang ditangdatangani oleh Direktur Jenderal Pendidikan dan Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Haryati Subadio. Ada juga plakat rehabilitasi yang ditanda tangani oleh keempat pengurus Imam Katangka tahun 2007-2008.

Masjid tua ini dulunya tak sekedar tempat ibadah, tapi juga benteng pertahanan. Tembok dindingnya sangat tebal, yaitu 1,2 meter. Diatas pintu dan diatas mihrab masuk ada kaligrafi beraksara Arab, namun ternyata berbahasa Makassar. Menurut informasi dari koran tua yang pernah saya baca, tulisan kaligrafi tersebut adalah informasi kapan dan oleh siapa renovasi masjid dilaksakan. Juga ada informasi tentang genteng masjid yang berasal dari Belanda.

Didalam masjid ada 4 pilar utama yang nampak menggembung, bercat putih dan terhampar karpet merah dan hijau dilantai masjid. Lampunya masih menggunakan lampu antik. Jumlah pilar utama itu melambangkan 4 sahabat nabi yang disebut khulafaurrasyidin. Juga ada 6 jendela yang melambangkan 6 rukun imam, 5 pintu melambangkan rukun Islam dan atap masjid yang bersusun dua dimaksudkan sebagai 2 kalimat syahadat.

Berada dalam masjid ini, kita bisa membayangkan dulunya pernah menjadi tempat para raja, bangsawan, dan rakyat Gowa shalat di masjid ini. Ketiga Datuk dari Minang yaitu Datuk di Tiro, Datuk ri Bandang dan Datuk Patimang yang menyebarkan Islam di Sulawesi Selatan, juga kemungkinan pernah menunaikan shalat di masjid tua ini.

Kalau anda berkunjung ke Makassar dan Gowa, sempatkanlah ke masjid tua ini, merasakan suasana masa lalu. Apalagi sekeliling masjid banyak makam raja atau keluarga raja dan bangsawan Gowa. Makam makam itu ada yang dengan kubah diatasnya, namun banyak pula kuburan biasa. Ketika saya berkunjung, pas musim hujan dan ternyata banyak makam yang terendam air. Mungkin sebaiknya pemerintah Gowa mengusahan perbaikan saluran air yang ada di sekeliling masjid.

Masjid Tua Al-Hilal Katangka adalah salah satu cagar budaya, dan obyek wisata religi yang ada di Gowa dan Sulawesi Selatan.  





Halal Bihalal IKA SASTRA86 Universitas Hasanuddin


Halal Bihalal adalah satu tradisi bangsa Indonesia khususnya umat Islam yang telah selesai menuaikan ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh. Pengertian halal bi halal dalam menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah tradisi saling bermaaf-maafan yang dilakukan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Selain itu, halal bihalal juga menjadi ajang silaturrahmi antar peserta yang mungkin sekian lama tidak saling jumpa.

Ikatan Alumni Fakultas Sastra (Fakultas Ilmu Budaya) Angkatan 1986 atau IKA SASTRA86 Universitas Hasanuddin Makassar melaksanakan kegiatan Halal bihalal secara rutin setiap tahun seusai bulan suci Ramadan. Tahun ini dilaksanakan di Hotel Remcy, Panakkukang, Makassar pada Kamis 9 April 2026, mulai jam 11 pagi sampai selesai menjelang sore. Halal Bihalal tahun ini mengusung tema, Kembali ke Fitri, Sucikan hati dan Kuatkan Silaturahmi

Dari 109 orang anggota group Whatsapp (WA) IKA SASTRA86, yang hadir sekitar 30 orang. Beberapa alumni  membawa serta anggota keluarganya sehingga peserta Halal bihalal sekitar 40-an orang. Acara Halal bihalal kali ini dihadiri oleh ketua IKA Sastra86, Hj. Sri Nurmal Tohl. Acara Halal Bihalal ini merupakan salah satu program kerja pengurus IKA Sastra86, selain pertemuan bulanan setiap tanggal 15.

Ketua IKA SASTRA86, Ustadzah Aminah dan MC Acara

Acara diawali dengan pemutaran video kegiatan IKA Sastra86 menjelang Ramadan lalu yaitu diantaranya kegiatan pembagian sumbangan Sembako kepada warga masyarakat yang membutuhkan. Dilanjutkan dengan acara pengajian Al-Aquran oleh Ikrimah Azzahrah, mahasiswi dari Institut Aisyiyah Sulawesi Selata (INASS) dan saritilawah oleh Saudari Ina Mustakim. Sepatah kata dari koodinator acara, Saudara Ronggur yang pada kesempatan ini menyatakan bahwa acara sebenarnya tidak ada panitianya, hanya beberapa anggota pengurus yang saling berkoodinasi dan berkomunikasi sampai terlaksananya acara yang penuh kegembiraan dan keceriaan ini.



Dalam sambutannya, ketua IKA Sastra86 berharap agar para alumni tetap saling silaturahmi, saling bertegursapa, dan saling mendoakan dan yang penting juga adalah rasa syukur karena adanya kesempatan dan kesehatan, untuk saling bertemu dengan sahabat sahabat anggota IKA Sastra86. Ketua IKA Sastra86 juga berharap anggota lain yang tidak hadir, agar pada kegiatan kegiatan selanjutnya bisa juga ikut berpartisipasi.

Hikmah Halal bihalal disampaikan oleh Ustadzah Aminah, S.Pd., M.Pd., dosen pada Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) Gowa. Pertama tama beliau menyampaikan asal usul istilah Halal Bihalal yang hanya dikenal di Indonesia. Di negara negara Arab lainnya, istilah atau kegiatan halal bihalal ini tidak dikenal. Ada empat poin penting yang diuraikan oleh Ustadzah Aminah, yaitu pentingnya bersedekah (The Power of Sadaqah), pentingnya memiliki hati yang suci bersih tanpa rasa iri dan dengki atas kehidupan orang lain. Hal lain yang disampaikan adalah pentingnya menjaga hati agar tidak berlebihan dalam menyukai, mencintai orang lain. Begitu pula rasa benci, jangan berlebihan, karena apa yang kita benci, bisa jadi suatu saat menjadi suka, dan rasa suka yang berlebihan bisa juga berakhir benci. Poin terakhir yang disampaikan adalah tentang penting berpikir positif untuk membersihkan hati.

Ada juga penjelasan tentang istilah Takhalli, Tahalli dan Tajalli yang dalam ilmu Tasawuf dapat di uraikan sebagai berikut: Takhalli adalah tahap pembersihan diri dari sifat-sifat tercela dan perilaku buruk misalnnya sifat iri, dengki, sombong, dan lain-lain. Tahalli adalah mengisi hati dengan sifat-sifat terpuji. seperti sabar, rajin ibadah, ikhlas, syukur, rendah hati, dan kasih sayang. Tajalli: Tahap terakhir adalah tajalli, di mana seseorang merasakan penyingkapan hakikat ilahi.

Yang perlu digarisbawahi pula menurut Ustadzah Aminah, bahwa diera modern dan era digital sekarang ini, seringkali jari jemari kita lebih sering menyakiti orang lain dari pada kata kata dari mulut. Jari jemari yang menuliskan kata kata yang menyinggung dan menyakiti hari orang lain lewat media sosial. Disini perlunya kita saling memaafkan jika ada rasa sakit hati dan ketersinggungan akibat interaksi di media sosial. Acara halal bihalal ini bisa menjadi ajang untuk saling memaafkan satu sama lainnya, sesama anggota IKA Sastra86.

Acara Halal bihalal diakhiri dengan acara santap siang bersama, hiburan lagu lagu dari peserta halal bihalal dan sesi foto foto setiap jurusan.

Alhamdulillah, acara halal bihalal berlangsung dengan lancar dan sukses, menambah rasa bahagia dan ceria diantara para Alumni. Segenap anggota IKA Sastra86 Universitas Hasanuddin juga mengucapkan selamat berbahagia kepada 2 orang yang baru saja membangun bahtera rumahtangga sesama anggota IKA Sastra86. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Amin!



200 Resep Sehat JSR


Judul:                           200 Resep Sehat JSR

Penulis:                        dr. Zaidul Akbar

Editor:                          Wafa Nailatunnajah

Penerbit:                     PT. Sygma Media Inovasi, Bandung

Tahun Terbit:             2024

Jumlah Halaman:    x + 342

ISBN:                            9786239568719

Penulis Resensi:        Suharman Musa

Buku “Resep Sehat JSR: 200 Resep Menyehatkan” karya dr. Zaidul Akbar merupakan salah satu buku kesehatan populer di Indonesia yang mengusung konsep pengobatan alami berbasis ajaran Islam. JSR adalah Jurus Sehat Rasulullah yang dipopulerkan oleh dr. Zaidul Akbar. Buku ini pertama kali terbit pada tahun 2021 dan berisi ratusan resep herbal yang dirancang untuk membantu mengatasi berbagai penyakit sehari-hari. Dengan pendekatan yang menggabungkan ilmu medis, pengalaman praktik, serta nilai-nilai sunnah, buku ini menjadi referensi menarik bagi pembaca yang ingin hidup lebih sehat secara alami.

Secara isi, buku ini diawali dengan pembahasan tentang hidup sehat dan bahagia. Kemudian diuraikan isi pokok bahasan yaitu terdiri dari sekitar 200 resep herbal yang ditujukan untuk menangani kurang lebih 70 jenis penyakit, mulai dari infeksi dan alergi, sistem pencernaan, sistem reproduksi, sistem endoktrin, sistem syaraf, sistem pernafasan, sistem rangka dan otot, jantung dan pembuluh darah, kekebalan tubuh, ekskresi dan urinaria, darah dan gangguan darah, dan lain lain. Termasuk disini, resep pengobatan ADHD, Autisme, Pikun, depresi dan penyakit lainnya. Resep-resep tersebut menggunakan bahan alami seperti madu, jahe, kunyit, kurma, dan rempah-rempah lain yang mudah ditemukan di dapur.

Konsep yang diangkat dikenal sebagai Jurus Sehat Rasulullah (JSR), yaitu metode menjaga kesehatan yang merujuk pada praktik hidup sehat Nabi Muhammad SAW, baik dari sisi konsumsi maupun gaya hidup.

Salah satu keunggulan utama buku ini adalah pendekatannya yang sederhana dan praktis. Sebagian besar bahan yang digunakan relatif murah dan mudah diperoleh, sehingga pembaca tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk mencoba resep-resep yang ada. Selain itu, penyajian resep disusun secara sistematis dan dilengkapi dengan penjelasan manfaat bahan, sehingga pembaca tidak hanya mengikuti langkah, tetapi juga memahami khasiatnya. Hal ini menjadikan buku ini tidak sekadar buku resep, tetapi juga edukatif dalam hal kesehatan alami.

Kelebihan lainnya terletak pada integrasi antara ilmu kesehatan dan nilai spiritual. Buku ini menekankan bahwa kesembuhan tidak hanya berasal dari usaha manusia, tetapi juga dari izin Tuhan, sehingga aspek keimanan menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan. Pendekatan ini memberikan dimensi holistik—fisik dan spiritual—yang jarang ditemukan dalam buku kesehatan modern berbasis medis konvensional.

Namun demikian, buku ini juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah minimnya pembahasan ilmiah yang mendalam terkait efektivitas setiap resep. Meskipun disebutkan adanya kajian dan pengalaman penulis, tidak semua resep didukung oleh referensi ilmiah yang kuat atau uji klinis yang jelas. Hal ini dapat menjadi catatan bagi pembaca yang menginginkan validitas medis berbasis evidence-based medicine.

Selain itu, gaya penyampaian yang cenderung normatif dan religius mungkin kurang cocok bagi pembaca dari latar belakang non-religius atau yang lebih mengutamakan pendekatan ilmiah murni. Beberapa resep juga bersifat umum dan tidak selalu mempertimbangkan kondisi individu secara spesifik, sehingga tetap diperlukan konsultasi dengan tenaga medis profesional untuk kasus penyakit tertentu.

Secara keseluruhan, buku ini dapat disimpulkan sebagai panduan praktis hidup sehat berbasis bahan alami dan nilai-nilai Islam. Buku ini tidak hanya menawarkan solusi alternatif pengobatan, tetapi juga mengajak pembaca untuk kembali ke pola hidup yang lebih alami dan seimbang. Meski tidak dapat dijadikan satu-satunya rujukan medis, buku ini tetap relevan sebagai pelengkap gaya hidup sehat.

Rekomendasinya, buku ini sangat cocok bagi pembaca yang tertarik pada pengobatan herbal, gaya hidup alami, serta pendekatan kesehatan berbasis sunnah. Namun, bagi pembaca yang membutuhkan penanganan medis serius atau berbasis ilmiah ketat, buku ini sebaiknya dijadikan referensi tambahan, bukan pengganti konsultasi medis.




Energi Ikhlas

Judul:                           Energi Ikhlas, Agar Hidup Bahagia Dunia Akhirat

Penulis:                        Yusuf Al-Qaradhawi

Penerjemah:               Idrus Hasan, Lc., M.A.

Editor:                          Yadi Saeful Hidayat

Penerbit:                     Mizan Media Utama, Bandung

Tahun Terbit:             2011

Jumlah Halaman:    268

ISBN:                            9786028236836

Penulis Resensi:        Suharman, S.S., MIM.

Buku “Energi Ikhlas, Agar Hidup Bahagia Dunia Akhirat” karya Yusuf Al-Qaradhawi merupakan salah satu karya yang mengangkat tema spiritualitas Islam dengan pendekatan yang reflektif dan aplikatif. Buku ini berupaya mengajak pembaca memahami makna keikhlasan sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan yang seimbang antara urusan dunia dan akhirat. Dengan gaya penyampaian yang khas ulama, penulis memadukan dalil-dalil keagamaan dengan penjelasan yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan pembaca.

Pada bagian awal, penulis menguraikan konsep ikhlas secara mendalam, baik dari perspektif Al-Qur’an maupun hadits. Pada bagian awal ini, penulis menguraikan tentang ikhlas dan kedudukannya bagi para penempuh kehidupan (salik). Ikhlas tidak hanya dimaknai sebagai niat yang lurus, tetapi juga sebagai energi batin yang mampu menggerakkan seseorang untuk berbuat kebaikan tanpa mengharapkan imbalan duniawi. Penekanan ini menjadi penting karena banyak orang menjalani aktivitas ibadah maupun sosial tanpa menyadari urgensi niat yang murni.

Selanjutnya, buku ini membahas bagaimana menghadirkan niat dan urgensi niat menurut Al-Quran. Berbagai macam balasan suatu amal sesuai dengan niatnya. Diuraikan pula tentang keikhlasan dapat menjadi sumber kebahagiaan sejati. Yusuf Al-Qaradhawi menjelaskan bahwa seseorang yang ikhlas tidak akan mudah terpengaruh oleh pujian maupun celaan manusia. Hal ini menjadikan hati lebih tenang dan stabil dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Penulis juga memberikan contoh-contoh konkret dari kehidupan para ulama dan tokoh Islam yang menunjukkan kekuatan ikhlas dalam praktik sehari-hari.

Selain itu, buku ini juga mengupas keutamaan Ikhlas dan bahaya Riya’. Riya. Harus diwaspadai oleh umat manusia dan Al-Quran memberi peringatan agar waspada terhadap Riya’ dan orang orang yang riya’. Beberapa contoh hadist yang memperingatkan manusia agar takut melakukan Riya’.

Selanjutnya ada penjelasan tentang hakikat Ikhlas, ada pula penjelasan Imam Al-Ghazali tentang makna Ikhlas dan amal yang bercampur dengn motif keduniaan. Adapula pendapat Ibn Rajab tentang amal yang terkontaminasi.  

Dari segi kelebihan, buku ini memiliki kekuatan pada kedalaman materi dan landasan religius yang kuat. Penulis menggunakan rujukan yang kredibel sehingga pembahasan terasa otoritatif. Gaya bahasa yang digunakan juga relatif mudah dipahami, meskipun mengangkat tema yang cukup abstrak. Selain itu, buku ini mampu memberikan motivasi spiritual yang relevan bagi pembaca yang sedang mencari ketenangan batin di tengah kehidupan modern yang kompleks.

Namun, terdapat beberapa kekurangan yang perlu dicermati. Salah satunya adalah kecenderungan pembahasan yang cukup normatif dan berulang pada beberapa bagian, sehingga dapat terasa monoton bagi pembaca yang menginginkan variasi pendekatan. Selain itu, buku ini lebih menekankan aspek konseptual dibandingkan panduan praktis yang sistematis, sehingga pembaca mungkin memerlukan refleksi tambahan untuk mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Kekurangan lainnya adalah kurangnya konteks kekinian dalam beberapa pembahasan. Meskipun nilai ikhlas bersifat universal, contoh-contoh yang digunakan lebih banyak berasal dari kisah klasik sehingga mungkin terasa kurang dekat dengan realitas generasi saat ini. Penambahan ilustrasi yang lebih kontekstual akan membuat buku ini semakin relevan dan aplikatif.

Sebagai kesimpulan, “Energi Ikhlas, Agar Hidup Bahagia Dunia Akhirat” merupakan buku yang kaya akan nilai spiritual dan layak dijadikan bahan renungan bagi siapa saja yang ingin memperbaiki kualitas niat dan kehidupan batinnya. Buku ini berhasil menegaskan bahwa keikhlasan adalah kunci utama dalam meraih kebahagiaan sejati, baik di dunia maupun di akhirat.

Sebagai rekomendasi, buku ini sangat cocok bagi pembaca yang tertarik pada pengembangan diri berbasis nilai-nilai keislaman, khususnya dalam aspek spiritualitas dan penyucian hati. Namun, untuk hasil yang lebih optimal, pembaca disarankan untuk melengkapi bacaan ini dengan referensi lain yang lebih praktis dan kontekstual. Dengan demikian, pemahaman tentang ikhlas tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi juga dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata.




Gadget Blogspot Paling Sip




Judul:                           Gadget Blogspot Paling Sip

Penulis:                        Raf Knowledge

Editor:                          -

Penerbit:                     PT. Elex Media Komputindo

Tahun Terbit:             2009

Jumlah Halaman:    ix + 182

ISBN:                            9789792763829

Penulis Resensi:       Suharman, S.S., MIM.

Buku “Gadget Blogspot Paling Sip” karya Raf Knowledge hadir sebagai panduan praktis bagi para pengguna platform Blogspot yang ingin memperkaya tampilan dan fungsi blog mereka. Ditulis dengan pendekatan yang komunikatif, buku ini tampak ditujukan terutama bagi pemula hingga pengguna menengah yang ingin meningkatkan kualitas blog secara teknis tanpa harus memiliki latar belakang pemrograman yang mendalam. Sebagai seorang pustakawan yang menilai dari sisi kebermanfaatan dan keterbacaan, buku ini memiliki nilai informatif yang cukup kuat dalam konteks literatur teknologi terapan.

Pada bagian awal, penulis memperkenalkan konsep dasar gadget atau widget dalam Blogspot, mulai dari definisi, berbagai jenis koleksi gadget Blogspot, cara memindahkan posisi gadget, cara mengedit gadget yang telah terpasang, dan cara menghapus gadget.

Bagian selanjutnya adalah gadget dasar, dimana dijelaskan tentang cara membuka koleksi gadget dasar, pengikut (follower), kotak penulusuran, HTML dan Jawa Script, tampilan slide, baris video, daftar link, feed, newsreel, label, tautan, logo, profil dan lain lain.  Penjelasan disampaikan secara sistematis dan bertahap, sehingga pembaca tidak merasa kewalahan. Raf Knowledge juga memberikan ilustrasi langkah demi langkah yang memudahkan pembaca memahami proses instalasi gadget, termasuk penyisipan kode HTML dan JavaScript secara aman.

Selanjutnya, buku ini mengulas berbagai jenis gadget unggulan dan gadget populer yang sering digunakan oleh para blogger, seperti widget media sosial, kotak pencarian, statistik pengunjung, hingga fitur komentar interaktif. Setiap gadget dibahas dengan cukup rinci, disertai contoh implementasi dan tips optimalisasi. Hal ini menjadi nilai tambah karena pembaca tidak hanya memahami “cara memasang”, tetapi juga “mengapa gadget tersebut penting” dalam meningkatkan pengalaman pengguna (user experience).

Keunggulan lain dari buku ini adalah gaya bahasa yang ringan dan tidak terlalu teknis. Raf Knowledge tampaknya menyadari bahwa sebagian besar pembaca adalah pengguna non-teknis, sehingga istilah-istilah teknis dijelaskan dengan analogi sederhana. Selain itu, struktur buku yang rapi dengan pembagian bab yang jelas memudahkan pembaca untuk mencari topik tertentu tanpa harus membaca secara linear.

Namun demikian, buku ini juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah keterbatasan pembahasan terkait perkembangan terbaru platform Blogspot. Mengingat dunia teknologi web berkembang sangat cepat, beberapa gadget atau metode yang dijelaskan mungkin sudah mengalami perubahan atau bahkan tidak lagi relevan. Apalagi karena buku ini terbit tahun 2009, lebih dari 10 tahun silam. Selain itu, buku ini cenderung berfokus pada aspek praktis tanpa banyak membahas aspek keamanan secara mendalam, seperti potensi risiko dari penggunaan script pihak ketiga.

Kekurangan lain yang dapat dicatat adalah minimnya pembahasan mengenai desain visual secara komprehensif. Meskipun gadget yang dibahas cukup beragam, integrasi antara fungsi dan estetika belum dibahas secara mendalam. Padahal, dalam dunia blogging modern, tampilan visual memiliki peran yang sama pentingnya dengan fungsi teknis.

Secara keseluruhan, “Gadget Blogspot Paling Sip” merupakan buku panduan yang bermanfaat, khususnya bagi pemula yang ingin mengembangkan blog mereka secara lebih profesional. Buku ini berhasil menjembatani kesenjangan antara kebutuhan praktis pengguna dan kompleksitas teknis yang sering menjadi hambatan. Meskipun terdapat beberapa kekurangan, nilai informatif yang diberikan tetap relevan dalam konteks pembelajaran dasar.

 Sebagai rekomendasi, buku ini sangat cocok bagi pelajar, mahasiswa, atau blogger pemula yang ingin memahami dasar-dasar pengelolaan gadget di Blogspot. Namun, bagi pengguna tingkat lanjut, buku ini mungkin perlu dilengkapi dengan sumber lain yang lebih mutakhir dan mendalam. Dengan demikian, buku ini layak dijadikan referensi awal dalam perjalanan mengembangkan blog yang fungsional dan menarik.







Masjid Tua AL-HILAL, Katangka Gowa

Salah satu masjid tertua yang ada di Sulawesi Selatan adalah Masjid Tua Al-Hilal, Katangka. Masjid tua ini menjadi salah satu tujuan wisata ...

Popular Posts